Minggu, 23 Maret 2014

BLUDER CAKE TAPE KEJU

Dapat PR dari mertua..."sudah bisa bikin BLODAR Vii...?"tanya Ibu Mertua...
Haah...Blodar...??..hmmm Bluder Cake kali yaa,maksudnya..langsung cari-cari resep di Tabloid Saji,majalah Sedap Pemula..tanya Mbah Google..Ncc arsip...
Waahh..banyak sekali model resepnya,akhirnya pilihan jatuh ke blognya mba Hesti Kitchen,..resepnya mirip-mirip dengan "clue"dari mertua..
Langsung eksekusi dehh...dan kirim ke beliau....
Alhasil testimoni beliau.. enaakkk..empuukk.,wangi tape nya terasa...ini aku tuliskan ulang yaa dengan tambahan keju...
Psssttt...resep ini jadi andalan jualanku juga lhoo...LARIIISSSSS...
Makasih yoo mba sudah berbagi resep ini...

BLUDER TAPE KEJU
Resep : Hesti's Kitchen
http://hesti-myworkofart.blogspot.com/2012/01/bluder-tape.html

Bahan Biang : ( diamkan 15 menit )
1 sdt Ragi Instant ( Fermipan )
1/4 sdt gula pasir
50 ml air hangat

Bahan :
250 gr gula pasir halus
225 gr margarin
250 gr tepung terigu,protein sedang
200 gr tape singkong,buang seratnya,haluskan ( pilih tape singkong yang TIDAK lembek-berair)
5 btr telur ayam
2 sdt Baking Powder
50 gr Santan kental Instan ,pakai Kemasan Kara yang segitiga 60 ml
30 gr keju parut

Cara Membuat :

  1. Kocok gula pasir halus dan margarn sampai halus-lembut mengembang-putih warnanya
  2. Masukkan tape singkong,kocok rata.
  3. Masukkan telur 1 per 1 bergantian dengan sebagian tepung sambil di kocok rata.
  4. Masukkan bahan biang,kocok rata
  5. Masukkan sisa bahan tepung + baking powder sambil diayak dan kocok rata,bergantian dengan santan
  6. Tuang diloyang tulban diameter 24 yang bersemir margarin dan ditaburi terigu
  7. Taburi keju parut diatasnya
  8. Diamkan adonan selama 60 menit
  9. Panaskan oven 180 derajat celsius selama 15 menit biar suhu rata,stabil
  10. Panggang kue selama 50 menit,tes tusuk,angkat dinginkan 5 menit lalu keluarkan dari loyang..dinginkan
-----foto menyusul yaa....


Sabtu, 22 Maret 2014

LATBAR JELLY ART

KeHebohan demam  Jelly Art akhirnya mampir juga .....
Kesempatan ikutan kursus mur-mer akhirnya datang dari ajakan teman milis...mba Diyan..terima kasih banyak yo mbaaa,diku baiiikkk banget inget diriku...hehehehe
Latbar Jelly Art ini langsung praktek ..dipandu sama mba Retno Dyah"Jelly Art",bertempat dirumah mba Yani...
Pas datang disana..eehh ternyata malah banyak kejutannya...jadi ketemuan sama mama emir,tetangga sebelah rumah...( kagak nyangka..)..teman milis lain...hadeuuhhh..eehh malah mama emir ketemu temen pengajian..kagaknyangka juga..eehh mba Diyan malah ketemu sama ibunya temen anaknya...
wesss...kagak nyangka semua..bner-bener kejutan semua..kenapaaaaa...???
Karena para peserta ikutannya cuma diajak oleh teman yang kenal sama mba Yani aja...hehehehe...
Seruuuu

Acara dimulai jam 10.30 tepat...
Intinya kita diajarkan membuat gambar di dalam jelly...dengan alat dan bahan yang murah sederhana..yaitu jarum suntik,beberapa alat sederhana terbuat dari aluminium berbagai bentuk untuk kelopak bunga dan daun,jelly tawar,susu,pewarna,...
kurang lebih seperti ini : copas tutorial sajiansedap ya....




Adapun resep dari sajian sedap adalah sebagai berikut :

Resep The Art of Jelly Puding dari Majalah Sajian Sedap

Bahan I (Puding Bening) :
2 bks Jelly Bubuk Instan
150 gr Gula pasir
1200 ml air
1/4 sdt vanili

Bahan II (Untuk Motif) :
600 ml susu
3/4  sdt Agar2 bubuk plain
3/4 sdt Jelly Bubuk Instan
75 gr gula
Pewarna secukupnya sesuai selera

Bahan III (Untuk Penutup Bekas Suntikan)
800 ml air
1/2 bks Agar2 bubuk
1 sdt  Jelly Instan
150 gr gula pasir
1/8 sdt garam

Cara :
Masak semua Bahan 1 hingga mendidih. Angkat dan tuang dalam wadah tahan panas dan diamkan sampai puding dingin dan mengeras.
Setelah itu Masak Bahan II (untuk motif) hingga mendidih, Angkat, dan tuang dalam beberapa wadah dan di beri pewarna sesuai keinginan.
Sedot adonan warna tersebut dengan suntikan dan mulai dengan membuat putik pada tengah puding bening.
Setelah selesai membuat putik bersihkan suntikan dan sedot warna lain untuk membuat kelopak2 bunga. Untuk membuat kelopak bunga ini bisa di bentuk menggunakan suntikan atau ditambah dengan memakai alat bantu tools seperti sedotan yang di bentuk model kelopak bunga, atau sendok teh, pisau, dll.
Setelah bunga jadi terakhir membuat daunnya dengan cara yang sama dengan membuat kelopak bunga tadi.
Setelah semua motif selesai sisihkan
Masak Bahan III hingga mendidih, angkat dan tuang dalam mangkok puding yang sudah ber motif tadi fungsinya untuk finishing akhir dan menutup bekas suntikan yang terlihat kurang cantik.
Setelah semua selesai dingikan dalam kulkas.
Lepas kan puding dari mangkok setelah benar2 dingin dan set dan sajikan.


Dann....untuk hasil akhirnya...foto-foto latbar menyusul yaaa...

Jumat, 21 Maret 2014

TIPS CAKE DAN COOKIES NCC

File ini sering sekali di posting oleh admin NCC,hampir setiap minggu selalu mendapatkan reminder ini..
Buatku pribadi postingan ini sangat - sangat membantu dan bermanfaat sekali...terutama saat tiba-tiba menghadapi hal kritis dalam membuat cake maupun cookies,...hehehehe..Terima Kasih NCC
Semoga informasi ini berguna bagi semua yaa...yang mau joint NCC silakan klik di logo NCC di bawah yaa..
Happy Reading....

Jurus Sukses Membuat Cake & Cookies
(Natural Cooking Club | http://www.ncc- indonesia. com)
------------ --------- --------- ----

Membuat Cake

1. Pastikan semua bahan dalam keadaan segar dan berada pada suhu ruang.

2. Wadah dan peralatan untuk mengocok harus bersih dan kering, bebas dari minyak dan residu lain. Sedikit saja minyak tercampur dalam telur, adonan akan sulit naik.

3. Bila disebutkan "kocok telur hingga kental/berjejak" , artinya telur dikocok hingga putih dan kental, kocokan kue akan meninggalkan jejak pada adonan yang lama hilangnya. Atau jika kocokan diangkat, adonan akan jatuh membentuk pita.

4. Ayak tepung di atas adonan telur. Mencampur tepung ke dalam adonan telur harus dilakukan perlahan-lahan, untuk menghindari kue menjadi liat. Usahakan arah adukan searah, atau aduk-balik (lihat FAQ Dapur).

5. Mencairkan mentega/margarin tidak boleh sampai mendidih, karena akan menguapkan kadar air (yang membuat kue moist) dan merusak ikatan emulsinya. Mentega/margarin cukup dihangatkan asal cair saja. Matikan api sebelum mentega/margarin mencair seluruhnya. Sisa mentega/margarin akan mencair sendiri karena suhu hangat.

6. Mentega cair harus didiamkan hingga hangat sebelum dicampur ke dalam adonan telur.

7. Mencampur mentega cair harus betul-betul merata dan seksama. Mentega yang tidak tercampur akan membentuk lapisan di bawah kue yang menyebabkan kue bantet. Usahakan spatula mencapai dasar mangkuk ketika mengaduk, untuk memastikan tidak ada mentega tertinggal di dasar mangkuk.

8. Pada pembuatan butter cake, terkadang putih telur dikocok terpisah. Campur putih telur yang sudah kaku ke dalam adonan mentega, aduk balik dengan seksama. Pastikan tidak ada putih telur yang masih menggumpal, karena akan menyebabkan kue berongga besar. Jika putih telur mencair di bagian bawah, jangan ikutsertakan cairan ini, karena akan menyebabkan kue bantet. Cukup ambil busa putih telurnya saja.

9. Khusus untuk sponge cake: Udara yang berlebih dalam adonan akan menyebabkan kue mengembang berlebihan dan mengempis di luar oven. Untuk meminimalkannya, banting loyang berisi adonan sebelum masuk ke oven. Jatuhkan loyang beberapa kali ke atas meja agar udara merata. Udara berlebih akan naik dan pecah di permukaan adonan. Teknik ini khusus untuk sponge cake,JANGAN lakukan pada butter cake karena akan membuat mentega cenderung berkumpul di bawah.

9. Panaskan oven 10-15 menit sebelum adonan masuk. Oven yang dingin atau kurang panas ketika adonan masuk, akan menyebabkan kue turun lebih dahulu sebelum sempat mengembang, menyebabkan kue bantet.

10. Pastikan suhu oven pas. Karena itu kenali oven anda dengan baik, dengan cara menggunakannya sesering mungkin dan mengamati perilakunya.

11. Jangan buka pintu oven hingga paling tidak 3/4 waktu pemanggangan.

12. Untuk memeriksa kematangan kue, lakukan tes tusuk (lihat FAQ Dapur), juga tekan sedikit permukaan kue, jika permukaan kering dan membal, kue sudah matang.

13. Diamkan kue dalam loyang di atas rak sebentar (lk 10 menit). Balik kue ke atas rak, biarkan hingga dingin. Pindahkan kue ke piring saji.

------------ --------- --------- ----

Mengocok Putih telur

1. Wadah dan peralatan untuk mengocok harus bersih dan kering, bebas dari minyak, air dan residu lain. Sedikit saja minyak tercampur dalam telur, adonan akan sulit naik.

2. Putih telur harus bersih dari kuning telur sama sekali. Setetes saja kuning telur dapat membuat putih telur sulit kaku.

3. Penambahan cream of tar-tar dapat membantu kestabilan putih telur. Bahan ini bisa dihilangkan.

4.Dalam pengocokan putih telur, ada 3 tahap yang dilalui: Berbusa, Puncak tumpul, Puncak runcing.

Tahap berbusa: telurnya berbusa dan mulai naik, adonan mulai enteng. Di tahap ini biasanya gula masuk.

Tahap Puncak tumpul: adonan relatif kaku, membentuk puncak-puncak adonan yang bentuknya membukit-bukit, alias tumpul. Warnya mengkilat (shiny), terlihat lembut seperti krim kocok. Kalo mikser dimatikan, kemudian kocokan diangkat, adonan yang menempel di kocokan akan ikut terangkat ke atas, kemudian jatuh lagi ke mangkuk.

Tahap Puncak runcing: adonan sangat kaku, membentuk puncak-puncak adonan yang bentuknya runcing-runcing. Warna tidak mengkilat lagi, adonan terlihat kaku (keras) dan kering. Kalau mikser dimatikan, kemudian kocokan diangkat, adonan yang terangkat tidak jatuh lagi ke mangkuk, tapi tetap menunjuk ke atas. Di tahap ini adonan mudah mencair (terpisah), antara air di bagian bawah dan busa di bagian atas. Kalau hal ini terjadi, cairan di bagian bawah jangan ikut dimasukkan ke dalam adonan karena akan menyebabkan kue bantet.

------------ --------- --------- ----

Mengocok Krim

1. Krim cair harus berada dalam keadaan dingin dari kulkas. Jika perlu dinginkan pula peralatan dan mangkuk pengocok.

2. Selama pengocokan, jaga suhu ruang jangan menjadi panas. Jika perlu, rendam mangkuk pengocok dalam baskom berisi es batu selama pengocokan.

3. Jangan mengocok krim terlalu lama. Setelah kental dan kaku, langsung gunakan.

4. Krim non-dairy lebih stabil dalam suhu ruang dibandingkan yang dairy. Cocok untuk kue yang diharuskan berada di luar kulkas dalam waktu relatif lama.

5. Krim bubuk harus dicampur air lebih dahulu sesuai ukuran yang tertera di kemasan, baru digunakan seperti halnya krim cair. Krim bubuk lebih stabil di suhu ruang dibanding krim cair, tetapi sebagian kalangan berpendapat rasanya tidak seenak krim cair.

Lebih lengkap mengenai krim, dapat dibaca di halaman blog NCC berikut ini:
http://ncc.blogsome .com/2005/ 08/10/whipping- cream-fresh- cream-krim- kocok/
http://ncc.blogsome .com/2005/ 09/18/serba- serbi-krim/

------------ --------- --------- ----

Membuat Kue Kering

1. Pastikan semua bahan dalam keadaan segar dan berada pada suhu ruang.

2. Lebih baik lagi jika terigu disangrai terlebih dahulu lk 5 menit dengan api kecil. Tepung yang disangrai akan meminimalkan kelembaban tepung dan membantu kue menjadi lebih renyah.

3. Ayak semua bahan kering, terutama gula bubuk (jika ada).

4. Mengocok mentega/margarin tidak perlu terlalu lama, cukup sampai tercampur dan lembut saja. Jika dikocok terlalu lama dan sampai putih, kue kering akan melebar terlalu besar saat dipanggang.

5. Mencampur terigu dengan adonan mentega hendaknya menggunakan sendok kayu atau pastry blender (lihat di blog NCC), jangan menggunakan tangan. Panas dari tangan akan menyebabkan mentega meleleh terlalu cepat dan bersama terigu akan membentuk gluten, sehingga kue akan keras dan tidak renyah.

6. Jika adonan terlalu lembut/lengket untuk dibentuk, masukkan dalam lemari es 10-15 menit sebelum dibentuk.

7. Bila kue sudah berwarna keemasan dan kering tepinya, segera keluarkan dari oven karena proses pematangan masih akan berlangsung di luar oven. Kue mungkin masih agak lunak di tengahnya, tapi ketika dingin dia akan mengeras sendiri.

Kamis, 20 Maret 2014

PEMBAJAKAN

Berawal dari foto Bolu kukus mekar praktek pertama kali duluuuuuu itulah
....terjadi copy paste..pembajakan..penjiplakan dibeberapa blog dan website...dengan menampilkan foto bolu kukus saya dari berbagai bentuk....entah itu di CROPPING,di ZOOM,ataupun TAMPIL UTUH
Sungguh disayangkan..TAK ADA KATA PERMOHONAN IJIN ataupun PENCANTUMAN SUMBER FOTO-BLOG...
Memang Foto itu TANPA WATERMARK...difoto pun pakai camera pinjaman..di dapur pula..asal jepret karena terbawa emosi gembira ria demiii melihat hasil pertama kali bikin bolu kukus bisa mekar sempurna..

Maka dengan terpaksa...saya tidak menayangkan lagi foto-foto bolu kukus...dengan terpaksa pula saya melakukan perubahan pada blog saya...

Beberapa kali search di Internet dengan kata kunci "Bolu kukus"..."Bolu kukus Mekar"..."Brownies Kukus Mekar"...."Bolu Kukus Pelang"....Bolu Kukus Rainbow"...
Selalu muncul gambar foto Bolu kukus saya...nampang di blog..website orang lain...

Silakan check blog -website dibawah ini..untuk melihat penampakan hasil masakan bolu kukus saya :

  1. http://dapoerjoglo.blogspot.com/2013/06/bolu-kukus-pelangi.html
  2. http://www.resepkue.me/resep-bolu-kukus-rainbow-mekar/
  3. http://portalmasakan.com/tag/cara-memasak-kue-bolu-kukus-mekar-resep-kue-bolu-kukus-mekar
  4. http://www.bolukukus.com/
  5. http://resepcaramemasak.info/resep-membuat-bolu-kukus-mekar-praktis/
  6. http://portalmasakan.com/4119/resep-kue-bolu-kukus-mekar-2.html
  7. http://caraterbaru.net/resep-cara-membuat-bolu-kukus/
  8. http://caramembuat1001.blogspot.com/2013/06/resep-kue-bolu-kukus-pelangi.html
  9. http://hizistore.blogspot.com/2013/11/resep-bolu-kukus-pelangi-gula-merah.html
Lalu apa tindakan saya...?
Yang sudah saya lakukan ..meninggalkan komentar di setiap blog -website tersebut dan menunggu respon baiknya..
Sayangnya sampai sekarang mereka tidak menjawab komentar-pesan-email saya....tidak ada permintaan maaf....tidak pula mencantumkan sumber foto tersebut...



Silakan baca artikel dibawah ini yaa....
( Copas dari group sebelah )

Memahami Undang-Undang No 19/2002 Tentang Hak Cipta 
:: Penulis : Riana Ambarsari

di copas Oleh Rini Anggreini pada 8 Juli 2013 pukul 10:17

Penggunaan foto tanpa ijin di ranah maya semakin marak. Yang menyedihkan, kebanyakan dari kasus ini adalah buah dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian, kalau tidak ingin disebut "kebodohan". Jika kita tidak bisa berharap dari pihak pencuri untuk dengan sadar meminta ijin sebelum menggunakan foto-foto yang bukan miliknya, kita sendiri sebagai pemilik karya selayaknya lah memahami seberapa jauh hukum melindungi karya kita.

UU No. 19/2002 Tentang Hak Cipta dibuat untuk melindungi ciptaan dengan sistem yang sama dengan hukum di negara-negara maju. Ya, karena UU ini memang dibuat atas desakan mereka, ketika Indonesia menjadi satu-satunya negara ASEAN yang masuk ke dalam Priority Watch List, yaitu daftar negara-negara yang melakukan pelanggaran berat terhadap Hak Kekayaan Intelektual, bersama-sama dengan Cina, Argentina dan Rusia. Desakan ini membuat Indonesia meratifikasi TRIPs (Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Propertyrights - "Persetujuan tentang Aspek-aspek Dagang Hak Kekayaan Intelektual") dan World Intellectual Property Organization Copyrights Treaty (Perjanjian Hak Cipta WIPO).

UU ini sangat kuat melindungi ciptaan dan kepentingan pemiliknya. Mari pahami UU ini agar kita dapat membuat keputusan yang tepat dan terhindar dari tindakan yang kontra produktif.
Intinya:
UU No. 19/2002 ini sangat melindungi setiap ciptaan, di mana hak atas karya cipta sudah melekat pada hasil karya begitu ia diciptakan. Sehingga tidak perlu lagi didaftarkan seperti UU sebelumnya. Hanya masalah pembuktian saja jika ada pelanggaran hukum.
Hak Cipta berlaku pada ciptaan yang sudah dipublikasikan maupun belum/tidak dipublikasikan, dalam bentuk dan media apapun, termasuk bentuk dan media elektronik, dan ini artinya termasuk situs web.

Pelanggaran hak cipta digolongkan sebagai tindak pidana, bukan lagi perdata. Sehingga dia bukan lagi merupakan delik aduan yg harus menunggu laporan seseorang yang dirugikan. Tapi seperti halnya maling ayam, begitu ketahuan, siapapun boleh melaporkannya atau jika polisi kebetulan memergoki bisa langsung ditindak.

Sangsi bagi pelanggaran hak cipta cukup berat: penjara hingga 7 tahun dan/atau denda hingga 5 milyar Rupiah! Perhatikan kata "dan/atau", jadi sangsi ini bisa berlaku dua-duanya.
Hak cipta berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung hingga 50 tahun setelah Pencipta meninggal dunia.

Ciptaan yang dillindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup:
buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;
alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;d. lagu atau musik dengan atau tanpa teks; drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;arsitektur;peta;seni batik;fotografi;sinematografi;terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan

Kesimpulan: Setiap pemilik hasil karya yang sah, posisinya sangat kuat ketika ia merasa dirugikan karena dicuri karyanya. Membuat PilihanKarena itu, ketika karya kita dicuri dengan cara apapun, segeralah membuat pilihan: melakukan proses hukum atau tidak. Jika memilih yang pertama, jangan pernah takut untuk menindaklanjutinya dengan cara yang benar sesuai hukum. Segera diurus dan mintalah dukungan komunitas dan lingkungan untuk menguatkan mental.

Namun jika tidak, maka ikhlaskan, ambil hikmahnya dan berbahagialah. Curhat tentu wajar saja, tapi tidak perlu berkeluh-kesah berlebihan. After all, ini pilihan anda sendiri. Proses HukumProses hukum dapat dimulai dari peneguran, lalu somasi, lalu proses peradilan bila perlu. Untuk ini, kita bisa melakukan sendiri, melalui mediator, atau menggunakan jasa advokat. Mediator adalah orang yang kita pilih yang kiranya suaranya akan lebih didengar oleh pihak yang kita tuntut.


Proses somasi adalah proses mengirimkan surat resmi meminta perundingan secara baik-baik untuk mencari win-win solution. Jika proses somasi gagal, bisa dilanjutkan ke meja hijau.  Jika anda melakukan proses ini sendiri, biaya bisa murah tapi waktu, energi dan terutama emosi, akan terkuras habis. Trust me.

Anda bisa menggunakan mediator jika kebetulan mengenal seseoarang yang dapat menjadi mediator. Sedangkan jasa pengacara adalah yang paling nyaman, tapi tentu ada biaya yang tidak murah. Tetapi ingatlah, bahwa selalu ada alternatif LBH yang bisa kita gunakan free of charge. Memang sepertinya melelahkan. Tapi percayalah posisi anda sangat kuat. 

Sedikit Berbagi Pengalaman

Ketika foto saya digunakan tanpa ijin oleh majalah Appetite Journey, saya menempuh jalan mulai dari bicara baik-baik, menulis ke harian nasional, hingga menggunakan mediator. Singkat cerita, pihak majalah tidak memiliki itikad baik. Mereka berkelit, berubah sikap, dan memutarbalikkan kata-kata saya. Akhirnya saya menggunakan jasa pengacara. Pengacara setuju dibayar belakangan hanya jika kasus ini maju ke meja hijau. Tapi ketika memulai proses somasi, mereka harus dibayar di muka. Di sinilah saya putuskan mem-pending kasus ini hingga punya uang yang cukup untuk membayar proses somasi, atau jika sudah punya waktu untuk mengurusnya ke LBH.
Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar bahwa majalah Appetite Journey sudah tutup. Saya belum punya rencana apakah kelak saya akan mengurusnya lagi (masa berlaku hak cipta hingga 50 tahun setelah saya mati :) ). Ini tentu tidak perlu terjadi jika ada itikad baik dari pihak majalah. 

Namun seperti yang saya tulis di blog ketika kasus itu lagi hangat-hangatnya, “I am not digging gold here. I just want to get this over with, so I can look back to all this fiasco and say, ‘well, at least they bought me some dinner’.” Ketika itu, orang-orang menuding saya tidak ikhlas, tidak mau memaafkan, terlalu take it personal. Hehehe.. Saya sudah memaafkan mereka di hari pertama saya bicara dengan editornya. Setiap karya yang lahir melalui saya sudah saya ikhlaskan untuk menjadi manfaat bagi banyak orang sejak detik di mana saya mempublishnya. Dan hak cipta yang sesungguhnya adalah milik Allah, bukan?  Namun proses hukum seharusnya tetap berjalan demi keadilan. Apakah saya suka melakukan semua kerepotan ini? Tentu tidak. Namun saya harus melakukannya walaupun saya membencinya. Paling tidak kelak saya bisa mengatakan bahwa saya telah melakukan hal yang benar. Bahwa saya telah melakukan apa yang perlu dilakukan. Tidak berpangku tangan dan menyerah melihat ketidakadilan berlangsung berulang-ulang seperti lingkaran setan. I've done the right thing and I've done all I can, in my capacity. Dan saya menyerahkan tugas yang belum selesai ini kepada pejuang berikutnya. 

RianaPejaten, ba'da Isya: merindukan Earl Grey kepul-kepul


Penulis adalah praktisi fotografi, pernah bekerja sebagai asisten konsultan yang terlibat secara dekat dalam proses pembuatan UU Hak Cipta di Indonesia yang melahirkan UU No. 19/2002, mengikuti dan terlibat dalam pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan UU tersebut.


BOLU KUKUS MEREKAH

Mencoba resep baru,...masih bolu kukus merekah juga..

  ++++++++++++++++++MAAF FOTO SAYA REMOVE++++++++++++++++++

resep by Ambarini modified by Helena

Bahan :
telur 2 butir
Emulsifier 1 sdt
Gula pasir halus 250 gr
Vanili bubuk 1/2 sdt
Tepung terigu 300 gr
Susu bubuk 3 sdm
Air 220 ml


Cara :
  1. Campur tepung terigu dan susu bubuk, aduk rata, sisihkan
  2. Kocok telur, vanili dan gula pasir hingga berbusa, masukkan cake emulsifier, kocok hingga putih dan kental
  3. Masukkan air dan tepung terigu secara bergantian (bertahap). Kocok terus dengan kecepatan rendah. Teruskan hingga air dan terigu habis.
  4. Masukkan ke dalam cetakan bolu kukus yang sudah dialas kertas.
  5. Masukkan ke dalam dandang yang airnya sudah mendidih (catatan, air jangan diisi terlalu banyak, agar tidak menciprati kue ... bisa fatal akibatnya !!)
  6. Kukus selama kurang lebih 15 menit. Angkat, segera letakkan di atas serbet.